Doa Perlindungan

  اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri wa a’udzubika min ‘adzabilqabri Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42

Doa Perlindungan Dari Binatang Berbahaya

  أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ A’udzu bikalimatillahittammati min syarri maa khalaq Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya HR. Ahmad, An-Nasa’i Penjelasan: Barangsiapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak tiga kali, tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam itu

Doa Penentram Hati

  للَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ Allahumma ‘abduka ‘ibnu ‘abdika ibnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adhlun fiyya qadhaauka, as aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au ‘alamtahu ahadan min khalqika, awista’tsarta bihi fii ‘ilmilghaibi ‘indaka, antaj ‘alal quraaana rabii’a qalbii, wa nuura shadrii, wa jala a huznii, wa dzahaaba hammii Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku HR. Ahmad 1/391 Penjelasan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, \”Tidaklah seseorang tertimpa kegundahan dan kesedihan lalu berdoa (dengan doa tersebut) melainkan Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya serta menggantikannya dengan kegembiraan

Doa Mohon Ampunan Dosa

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku H.R Al-Bukhari dan Muslim Penjelasan: Doa-doa di atas dibaca agar kita terhindar dari segala kesalahan dan perbuatan dosa. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari meriwayatkan, bahwa Nabi Saw. biasa membaca doa ini, walaupun ia terbebas dari dosa (ma’shum)

Doa Orang Yang Mengalami Kesulitan

 اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alulhazna idzaa syi’ta sahlan Ya Allah, Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351 Penjelasan: Kandungan doa ini apabila seseorang memohon kepada Allah agar dimudahkan segala urusannya yang sulit dan memuji Allah ‘Azza wa Jalla, bahwa segala urusan ada di tangan-Nya dan jika Dia berkehendak maka kesulitan bisa menjadi mudah

Doa Menuju Masjid

  اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَعَظِّمْ لِي نُورًا Allohummaj ‘alfii qolbii nuuron, wa fii bashorii nuuron, wa fii sam’ii nuuron, wa ‘ayyamiinii nuuron, wa ayyasaarii nuuron, wa fawqii nuuron, wa tahtii nuuron, wa amaamii nuuron, wa kholfii nuuron, wa azhzhomlii nuuron. Ya Allah Jadikanlah dalam hatiku suatu cahaya, dalam pandanganku suatu cahaya, dalam pendengaranku suatu cahaya, dari arah kananku suatu cahaya, dari arah kiriku suatu cahaya, di atasku suatu cahaya, di bawahku suatu cahaya, di depanku suatu cahaya, di belakangku suatu cahaya dan limpahkanlah kepadaku dengan cahaya H.R.Bukhari- Muslim Penjelasan: Rasullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ini ketika akan menuju masjid.

Doa Memohon Ilmu, Rizki, dan Amalan yang Barokah

 Doa Memohon Ilmu, Rizki, dan Amalan yang Barokah اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً Allahumma inni as aluka ‘ilman naafi’aa wa rizqan toyyibaa wa ‘amalan mutaqabbalaa Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat dan rizki yang baik dan amalan yang (Engkau) terima HR. Ibnu As-Sunni dan Sunan Ibnu Majah dari Ummu Salamah –Radhiyallahu’anha Penjelasan: Bahwasannya Nabi -Shalallaahu’alaihi Wasallam apabila seusai sholat subuh biasa membaca doa ini karena sesungguhnya doa ini termasuk dari doa yang agung yang bermanfaat yang senantiasa dijaga dan dibaca Nabi -Shalallaahu’alaihi Wasallam disetiap pagi.

Doa Memohon Perlindungan Untuk Anak Kecil Dari Ganguan Jin

 Doa Memohon Perlindungan Untuk Anak Kecil Dari Ganguan Jin ﺍﻋﻴﺬ ﻜﻤﺎ ﺑﻜﻠﻤﺎﺖ ﺍﷲ ﺍﻠﺘﺎﻤﺔ ﻤﻦ ﻜﻝ ﺸﻴﻁﺎﻦ ﻭﻫﺎﻤﺔ ﻭﻤﻦ ﻜﻝ ﻋﻴﻦ ﻻﻤﺔ U’iidzukumaa bikalimaatillaahit taammati mi kulli syaithoonin wa haammatin wamin kulli-ainin laammatin Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat H.R. Al-Bukhari Penjelasan: kalimat untuk memohonkan perlindungan terhadap anak kecil yang biasanya setan atau jin senang mengganggunya. Menurut riwayat Bukhori yang bersumber dari Ibnu ‘Abbaas Radhiyallaahu ‘Anhu bahwa Rasuulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Aalihi Sallam pernah memohonkan perlindungan untuk Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain dengan kalimat tersebut diatas . Beliau bersabda: “Sesungguhnya Bapak kalian berdua ya’ni Nabi Ibrahim telah memohonkan perlindungan untuk Isma’il dan Ishaq dengan membaca kalimat tersebut“

Doa Memohon Dipelihara dari Siksa Neraka

 Doa Memohon Dipelihara dari Siksa Neraka اَللّهُمَّ قِنِيْ عَدَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ (3) Allahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadak. (3x) Ya Allah, peliharalah diriku dari siksa-Mu pada saat Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu.” (3X) HR. Abu Dawud dan Tirmidzi Penjelasan: Kandungan doa tersebut berisikan permohonan agar kita dipelihara dari azab hari kiamat. Menurut At-Tirmidzi, doa tersebut dibaca oleh Nabi ketika hendak membaringkan tubuhnya menjelang tidur. Beliau meletakkan tangannya dibawah pipinya, lalu membaca doa tersebut.

Doa Memohon Dikasihani Bila Diambil Nyawanya dan Dipelihara Jika Dihidupkan Kembali

 Doa Memohon Dikasihani Bila Diambil Nyawanya dan Dipelihara Jika Dihidupkan Kembali بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَْرْفَعَُهُ فَإِن أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْْ سَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحيْنَ Bismika rabbii wa dha’tu jambii, wa bika arfa’uh, fa in amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa, bimaa tahfazhu bihii ‘ibaadakash shaalihiin. Dengan menyebut nama-Mu, wahai Tuhanku, aku baringkan lambungku dan dengan menyebut nama-Mu, aku angkat lambungku. Jika Engkau ambil nyawaku, kasihanilah dia dan jika Engkau lepaskan, peliharalah dia dengan cara yang Engkau lakukan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh. HR. Al-Bukhari dan Muslim Penjelasan: Doa ini menyatakan adanya kelemahan dan kerendahan kita di hadapan Allah, Tuhan Yang Maha gagah dan Maha tinggi. Kita menyadari sepenuhnya kelemahan dan kekurangan diri kita, karena kita tidak menguasai hidup dan mati kita. Dalam keadaan serba lemah dan rendah ini, jika Allah mengambil nyawa kita, kita sangat berharap semoga dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan dari siksa kubur dan adzab di akhirat. Jika Allah menghendaki nyawa kita kembali pada raga kita, kita berharap hidup kita dijadikan baik seperti hamba-hamba-Nya yang shalih.

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai